Senin, 05 November 2012

Selasa, 23 Oktober 2012

Share artikel kali adalah tentang kabel UTP (Unshielded Twisted Pair), artikel ini adalah request dari sobat adhie yfs, tanpa bermaksud menggurui berikut adalah bahasan tentang kabel UTP yang penulis ketahui.


Kabel UTP merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan local (Local Area Network), selain karena harganya relative murah, mudah dipasang dan cukup bisa diandalkan. Sesuai namanya Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin/terbelit (twisted pair) tanpa pelindung (unshielded). Fungsi lilitan ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran. Sebelumnya ada juga kabel STP (Shielded Twisted Pair), untuk contoh gambarnya dapat dilihat dibawah:

perbedaan kabel UTP-STP
   
Terdapat beberapa jenis kategori kabel UTP ini yang menunjukkan kualitas, jumlah kerapatan lilitan pairnya, semakin tinggi katagorinya semakin rapat lilitannya dan parameter lainnya seperti berikut ini:
  • Kabel UTP Category 1
    Digunakan untuk komunikasi telepon (mentransmisikan data kecepatan rendah), sehingga tidak cocock untuk mentransmisikan data.
  • Kabel UTP Category 2
    Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai dengan 4 Mbps (Megabits per second)
  • Kabel UTP Category 3
    Digunakan pada 10BaseT network, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1Mbps. 10BaseT kependekan dari 10 Mbps, Baseband, Twisted pair.
  • Kabel UTP Category 4
    Sering digunakan pada topologi token ring, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 16 Mbps
  • Kabel UTP Category 5
    mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 100 Mbps, 
  • Kabel UTP Category 5e
    mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 100 MHz.
  • Kabel UTP Category 6
    Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 200 MHz. Secara fisik terdapat separator yg terbuat dari plastik yang berfungsi memisahkan keempat pair di dalam kabel tersebut.
  • Kabel UTP Category 7 gigabit Ethernet (1Gbps), frekwensi signal 400 MHz
Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable

Kabel straight
Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.

Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:

urutan-kabel-utp-straight
Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan antara computer dengan switch
  2. Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  3. Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  4. Menghubungkan switch ke router
  5. Menghubungkan hub ke router
Kabel cross over
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan
ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over.

urutan kabel utp crossover

Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
  1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. Menghubungkan 2 buah switch
  3. Menghubungkan 2 buah hub
  4. Menghubungkan switch dengan hub
  5. Menghubungkan komputer dengan router
Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Membuat kabel Straight dan Cross Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan, yaitu kabel UTP,  Connector RJ-45, Crimping tools dan RJ-45 LAN Tester, contoh gambarnya seperti dibawah ini:

connector rj-45-tang crimping-lan tester

Praktek membuat kabel Straight
  1. Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
  2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar TIA/EIA 368B
  3. Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
  4. Masukan kabel  yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
  5. Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada  konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel.
  6. Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain
  7. Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
  8. Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).
pemasangan kabel UTP ke konektor RJ-45

Demikianlah sekilas penjelasan tentang kabel UTP, category kabel UTP, standar urutan kabel straight dan cross over dan cara membuat kabel jaringan straight menggunakan crimping tools, semoga bisa membantu

PERANGKAT KERAS (HARDWARE) UNTUK AKSES INTERNET

Perangkat keras (hardware) yang digunakan untuk mengakses internet adalah sebagai berikut :

a. Perangkat penting :
  1. Komputer
  2. Modem
  3. Saluran Telepon
b. Perangkat keras pendukung :
  1. HUB/Switch
  2. Repeater
  3. Bridge
  4. Router

Keterangan Perangkat Penting:

1. KOMPUTER

Komputer merupakan komponen utama untuk dapat mengkases internet. Spesifikasi komputer yang digunakan dalam koneksi internet sangat menentukan cepat atau lambatnya kinerja akses internet. Semakin tinggi spesifikasi sebuah komputer, semakin cepat kinerja akses internet, begitu pula sebaliknya.
Spesifikasi minimal sebuah komputer :

a. Processor, merupakan otak dari komputer untuk menjalankan aplikasi-aplikasi dalam komputer. Processor minimal pentium III 500Mhz.

b. RAM (Random Access Memory) berfungsi sebagai media penyimpanan sementara. RAM minimal 64MB.

c. Harddisk digunakan untuk penyimpanan data magnetik. Harddisk minimal 10GB.

d. VGA card, merupakan perangkat keras untuk menampilkan gambar pada layar monitor. VGA card minimal 4MB.

e. Monitor, merupakan perangkat output untuk menampilkan proses kerja komputer.


2. MODEM

Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah.
Berdasarkan fungsinya modem dibagi menjai tiga jenis. Antara lain:
a. Modem dial Up biasa digunakan oleh Personal Computer (PC) yang langsung dihubungkan melalui saluran telpon.
b. Modem Kabel (Cable Modem), adalah perangkat keras yang menyambungkan PC dengan sambungan TV kabel.
c. ADSL atau Asymmetric Digital Subscriber Line adalah salah satu bentuk dari teknologi DSL. Ciri khas ADSL adalah sifatnya yang asimetrik, yaitu bahwa data ditransferkan dalam kecepatan yang berbeda dari satu sisi ke sisi yang lain.

3. SALURAN TELEPONSaluran telpon juga merupakan perangkat keras yang penting dan diperlukan untuk menghubungkan komputer dengan internet. Penggunaan sauran telpon ini juga diikuti dengan penggunan modem dial up. Selain saluran telpon, untuk melakukan akses internet juga bisa dilakukan dengan menggunakan TV kabel. Untuk bisa mengakses internet menggunakan jaringan TV kabel maka modem yang dipakai adalah modem kabel.

Keterangan Perangkat Pendukung :
1. HUB/SWITCH
Hub merupakan perangkat keras yang digunakan untuk menggabungkan beberapa komputer. Hub dibedakan menjadi dua yaitu, active hub merupakan sebuah repeater elektrik yang dilengkapi dengan 8 konektor dan passive hub merupakan sebuah repeater elektrik yang memiliki 4 konektor.


2. REPEATER

Repeater merupakan perangkat yang digunakan untuk menerima sinyal dan memancarkan kembali sinyal tersebut dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli.


3. BRIDGE

Bridge merupakan perangkat lunak yang menghubungkan dua buah jaringan secara fisik yang menggunakan protocol sama/sejenis. Dengan bridge sebuah paket data mampu dikirim dari satu LAN ke LAN lain.


4. ROUTER
Router merupakan perangkat yang berfungsi hampir sama dengan bridge. Namun perangkat ini punya keunggulan selain untuk menghubungkan dua buah LAN dengan tipe sama, router juga bisa untuk menghubungkan dua buah LAN dengan tipe berbeda.

Rabu, 05 September 2012

Padang, Padek—Sum­bar siap tempur meng­ha­dapi Riau pada laga perdana cabang sepakbola PON XVIII Riau 2012 di di Stadion Tuanku Tambusai, Bangkinang,  besok sore (6/9). Tiga angka penuh akan menjadi target yang akan direalisasikan Iwan Itieces dkk.

Pelatih kepala Sepakbola PON Sumbar Sup­rianto me­nga­takan, baik dari sisi fisik, teknik, strategi, dan mental, anak asuhnya sudah siap tem­pur. Striker andalan Sumbar Iwan Itices yang se­dang dalam kondisi cedera ri­ngan sebelum berangkat ke Riau, Senin lalu, sudah pulih. Duet Teguh Ilham ini akan diturunkan sejak menit-menit awal.

“Memang dia sempat me­nga­lami cedera ringan. Tapi saat uji coba terakhir Kamis lalu dia sempat saya turunkan di babak kedua dan bermain bagus. Kini kondisinya telah siap seratus persen. Dia akan turun dari menit-menit awal,” ungkap Suprianto.

Terkait target meraih ke­me­nangan atas tuan rumah, dia optimistis anak asuhnya akan mampu me­realisasikan­nya di lapangan nanti. ”Keme­nangan mesti diraih. Sebab ini laga perdana yang akan me­nen­tukan lang­kah untuk me­laju lebih jauh ke babak selan­jutnya,” ujar Su­prianto.

Untuk meraih ke­mena­ngan, pria yang yang juga dipercaya menangani tim PON Sumbar di Kaltim empat tahun lalu itu, telah mengins­truk­sikan kepada para pemain untuk langsung menyerang dari menit-menit awal. Tapi dia tetap mengingatkan anak-anak Tuah Sakato untuk tidak bermain ceroboh dengan me­la­kukan pelanggaran-pe­lang­garan yang tidak penting, khu­susnya di daerah permainan sendiri.

”Saya juga telah me­ngi­ngatkan anak-anak untuk ti­dak bermain dengan strategi pe­rangkap offside jika men­dapat serangan dari lawan. Itu akan sangat berbahaya. Sebab lawan yang akan diha­dapi adalah tuan rumah Riau yang tentunya tidak mau kalah di kandang sendiri,” sebutnya.

Hal itu ditekankan Sup­rianto untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan faktor nonteknis yang akan bisa mempengaruhi permai­nan anak asuhnya di lapa­ngan nanti. ”Bagaimanapun faktor nonteknis harus jadi per­hitu­ngan. Sebab, ini akan memberi pengaruh yang be­sar pada permainan anak-anak di lapa­ngan nanti,” tu­turnya.

Hanya saja, dari sisi tek­nis, Suprianto mengaku ti­dak begi­tu tahu perkem­ba­n­gan yang telah dicapai dari lawan­nya tersebut. Namun ia men­dapatkan informasi bahwa tim Riau akan di­per­kuat satu orang pemain na­sional U-22.
”Ini juga harus kami was­padai,” kata Suprianto. Tapi, secara keseluruhan, beranjak dari perjumpaan terakhir saat melakoni partai uji coba sebe­lum Pra-PON 2011 lalu, dia menilai Riau memiliki pemain yang merata di se­mua posisi. “Waktu itu kami menang 2-0. Ini bisa jadi modal meng­hadapi Riau nan­ti. Hanya saja, kami tidak akan menganggap remeh Riau. Sebab, tentu saja tim ter­sebut telah mengalami per­kembangan dari waktu ke waktu,” tandasnya. (*)